Permalink ke Warga Tuba Demo Tuntut Bupati Tuntaskan Abu dan Debu Milik PT SGC

Warga Tuba Demo Tuntut Bupati Tuntaskan Abu dan Debu Milik PT SGC

578 views

LINGKARINDONESIA.id – Puluhan masyarakat Tulangbawang menggelar aksi damai di depan kantor Bupati Tulangbawang dan DPRD setempat kamis (9/8/2018).

Mereka menuntut pemerintah untuk dapat turun tangan langsung menuntaskan permasalahan abu bekas pembakaran tebu dari PT. Sugar Group Companies (SGC) yang mengganggu warga Tulangbawang, khususnya yang tinggal di dekat areal perkebunan.

Menurut koordinator aksi Gunawan, sisa pembakaran selain mengotori rumah warga, debu tersebut juga dapat menjadi awal mula penyakit seperti ISPA, batuk dan infeksi saluran pernafasan lainnya.

“Sudah jelas debu sisa pembakaran menggangu warga. Selain mengotori lingkungan, juga dapat menyebabkan penyakit,” terangnya saat berorasi di depan kantor Bupati Tulangbawang.

Setelah beberapa saat berorasi, perwakilan aksi damai akhirnya diterima oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Sosial Akhmad Suharyo dan beberapa pejabat dari instansi terkait untuk duduk bersama mencari jalan keluar.

Setelah duduk bersama mendengarkan tuntutan dari perwakilan aksi, Suharyo mengaku belum dapat memberikan jawaban terkait dengan beberapa tuntutan dari masyarakat karena harus dikoordinasikan dengan Bupati Tulangbawang.

“Semua aspirasi kami terima. Selanjutnya akan kita sampaikan terlebih dulu kepada Bupati,” ungkapnya.

Merasa tidak menemukan jawaban, puluhan massa keluar dan melanjutkan aksi ke kantor DPRD Tulangbawang dengan pengawalan puluhan aparat dari Polres Tulangbawang dan Kodim 0426/TB.

Di depan kantor DPRD setempat, puluhan juta tersebut kembali berorasi dan membacakan beberapa tuntutan mereka. Perwakilan masyarakat akhirnya diterima oleh Wakil Ketua I Aliasan di ruang kerjanya untuk menyampaikan aspirasi.

Saat ditemui sesudah pertemuan, Gunawan menerangkan jika beberapa tuntutan mereka yaitu mengenai kejelasan CSR perusahaan beberapa tahun terakhir. “Pertama kami meminta kejelasan CSR lima tahun terkahir. CSR ini kemana larinya sampai sekarang belum jelas,” katanya.

Selanjutnya, masyarakat Tulangbawang juga mengutuk keras PT. SGC atas pembakaran tebu yang menghasilkan debu sehingga mengganggu masyarakat sekitar. “Masyarakat Tulangbawang mengutuk keras SGC atas pembakaran abu anak perusahaan Indo Lampung,” terangnya.

Selain itu, masyarakat Tulangbawang juga meminta hak hak wilayah untuk dikembalikan kepada megou pak Tulangbawang. “Perusahaan yang telah melanggar HGU agar mengkaji ulang HGU yang telah dikeluarkan. Karena perusahaan perusahaan tersebut merupakan perusahaan sehat, hanya tidak mengindahkan perjanjian perjanjian yang ada,” paparnya.

Saat ditanya hasil pertemuan dengan Pemerintah, pihaknya mengaku akan kembali dipanggil minggu depan untuk duduk bersama mencari solusi dan jalan keluar terbaik. “Jika kedepan tidak dipanggil. Kami akan kembali menurunkan massa yang lebih besar,” tegasnya.

Sementara itu, wakil ketua I Aliasan menerangkan, pihaknya akan menjembatani perwakilan masyarakat dengan pemerintah untuk duduk bersama mencari solusi dari tuntutan tuntutan mereka.

Terkait CSR, politisi partai Gerindra tersebut mengakui jika perda terkait CSR sendiri memang belum ada. “Payung hukum CSR belum selesai, belum ada. Kita harus menyiapkan perdanya. Kalau forumnya mungkin ada,” tandasnya. (tri)