Permalink ke Warga Lampung Selatan Terdampak Tsunami Berharap Bantuan Perahu dari Pemerintah

Warga Lampung Selatan Terdampak Tsunami Berharap Bantuan Perahu dari Pemerintah

13 views

LINGKARINDONESIA.id – Warga terdampak tsunami Selat Sunda di pesisir pantai Kabupaten Lampung Selatan, seperti Desa Banding, Way Muli Induk, Way Muli Timur, Sukaraja, dan Kunjir masih berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Mereka membutuhkan perbaikan perahu yang rusak akibat tsunami pada Sabtu (22/12).

Salah seorang Warga Way Muli Induk, Rahmat mengatakan, umumnya warga di sini adalah nelayan. Sehingga akibat tsunami perahu dan kapal yang dimiliki untuk melaut sudah banyak yang hancur. Ke depannya, mereka tidak tahu bagaimana lagi untuk mencari nafkah bagi keluarga.

“Pasrah saja, harta benda juga sudah hilang, masih untung masih selamat,” katanya seperti dilansir dari Antara, Sabtu (5/1).

Dia menjelaskan, memang sebagian warga di pengungsian adalah warga yang tidak terdampak langsung, namun mereka juga mengalami kerugian material seperti kehilangan perahu/kapal yang dimiliki. Padahal kapal itu adalah sarana penghidupan mereka sebagai nelayan.

Rahmat mengungkapkan, sejak awal hingga kini tidak mengalami kekurangan masalah stok pangan dan pakaian, karena bantuan terus mengalir dari posko-posko yang masih ada baik dari pemerintah maupun melalui para relawan yang menyalurkan sumbangan dari berbagai pihak.

“Bantuan perbaikan kapal itu sangat penting bagi kami, karena kami mempunyai keluarga untuk diberi makan,” ujarnya.

Harapan serupa juga dikatakan salah seorang warga Way Muli Timur, Jana mengatakan, bantuan perahu/kapal itu sangat penting untuk kelanjutan hidup setelah masa relokasi.

“Kami tidak mungkin hidup terus-menerus dengan mengandalkan bantuan dari pemerintah dan relawan,” katanya pula.

Saat kunjungan Presiden Joko Widodo pada Rabu (2/1), pemerintah akan memfokuskan pembangunan rumah untuk warga yang terdampak oleh tsunami Selat Sunda ini. Sebelumnya Polda Lampung sudah mendata bahwa setidaknya ada 190 unit perahu milik para nelayan yang rusak dari dampak tsunami di pesisir Lampung Selatan tersebut. (*/Li-1)