Permalink ke Simpan Dana Pilgub, KPU dan Bawaslu Lampung Terima Bonus Mobil

Simpan Dana Pilgub, KPU dan Bawaslu Lampung Terima Bonus Mobil

111 views

LINGKARINDONESIA.id – Polemik Pilgub Lampung terus bergulir. Kali ini terungkap dalam hearing Pansus money politik DPRD Lampung bersama KPU, Bawaslu dan Biro Keuangan Pemprov Lampung, Selasa (14/8/2018).

Dalam hearing yang dipimpin Ketua Pansus Mingrum Gumay terungkap dua lembaga penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu) ternyata menerima bonus sebuah mobil Toyota Innova dan Avanza dari uang NPHD (Nota Perjanjian Hibah Daerah) Pilgub Lampung yang disimpan di Bank Mandiri dan BRI.

Atas pembukaan rekening dari dana hibah Pilgub itu, KPU Lampung mendapat mobil Innova dan Avanza dari Bank Mandiri dan kemudian menjadi aset KPU RI.

Lalu, Bawaslu Lampung mendapatkan bonus dari BRI sebuah mobil Innova dan Avanza dengan pinjam pakai hingga tahapan Pilgub usai, ditambah juga bonus meubleair

Hearing yang digelar di ruang rapat Komisi DPRD Lampung itu dihadiri Ketua Pansus Mingrum Gumay,  Sekretaris Yandri Nazir, anggota Watoni Noerdin, Ririn Kuswantari,  Abdullah Fadri Auli, Noverisman Subing, M. Junaidi, Yozi Rizal, Raden Ismail.

Kemudian, Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah, Iskardo P Panggar dan Adek Asyari, Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono, Solihin dan staf- stafnya serta Kepala Biro Keuangan Daerah Minhairin.

Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono mengatakan bahwa status NPHD hibah yang ditunjuk ke Bank Mandiri tidak asal memilih, akan tetapi setelah izin Gubernur dan Mendagri. 

“Kita izin dengan gubernur Sekjen Mendagri, termasuk kita undang BRI Mandiri, BNI, Bank Daerah dan yang siap adalah Mandiri, mereka memberikan bonus Innova dan Avanza serta asuransi kecelakaan PPK hingga PPS hingga tahapan Pilgub selesai. Mobil Innova dan Avanza ini menjadi aset KPU RI,  sudah kita laporkan,” kata Nanang dalam hearing. 

Sedangkan Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah menjelaskan bahwa pihaknya menyimpan uang tersebut di BRI setelah diambil dari Bank Pembangunan Daerah Lampung.

“Anggaran Bawaslu dari Pemprov Lampung Rp92, 5 Miliar dan tersisa Rp485 juta,” kata Khoir. 

Sekretaris Bawaslu Lampung Victor Libradi menambahkan bahwa Bawaslu mendapatkan bonus pinjam pakai mobil Innova dan Avanza yang dipakai selama tahapan Pilgub Lampung. 

“Setelah itu nanti dikembalikan dua mobil itu kepada BRI, dan bonus lainnya Bawaslu dapat meubleair, ” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Pansus Money Politik, Mingrum Gumay kemudian mempertanyakan status penunjukan Bank Mandiri dan BRI oleh KPU dan Bawaslu sehingga mendapatkan bonus tersebut.

Padahal, kata Mingrum uang tersebut milik Pemprov Lampung dan belum dilaporkan ke KPK atas aset itu.

“Enak juga dapat bonus Innova dan Avanza ini, sementara itu uang Pemerintah Provinsi Lampung, dan itu tidak dilaporkan ke KPK, ini berarti ada apa?” tanya Mingrum.

Dia menanyakan dengan bonus tersebut apakah ini tidak menyalahi prosedurnya karena uang tersebut adalah uang pemerintah. “Nanti kita pelajari ini,” katanya. 

Sementara itu Kepala Biro Keuangan Daerah Lampung Minhairin,  membenarkan bahwa uang tersebut dalam perjanjian Provinsi Lampung memang di Bank Pembangunan Daerah Lampung.

“Setelah uang itu dikeluarkan dari Bank Daerah ke bank lain bukan tanggungjawabnya lagi. Yang saya tekankan disini  karena tidak ada aturannya menunjuk rekening Bank Pembangunan Daerah, rekening manapun tidak ada aturannya,  membuka rekening bagi KPU maupun Bawaslu,” kata Minhairin. (*/Li-2)