Permalink ke Setya Novanto Sebut Nama Politikus Kebagian Uang e-KTP

Setya Novanto Sebut Nama Politikus Kebagian Uang e-KTP

173 views

LINGKARINDONESIA.id – Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Setya Novanto menyebut sejumlah politikus partai yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat ikut kebagian uang proyek e-KTP.

Dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa, Novanto menyebut beberapa politikus seperti Chairuman Harahap (F-Golkar), Melchiang Markus Mekeng (F-Golkar),Tamsil Linrung (F-PKS), Olly Dondokambey (F-PDIP), Puan Maharani dan Pramono Anung (F-PDIP)

Kata Novanto dalam persidangan itu, mereka turut mendapat jatah sebesar 500 ribu dolar Amerika Serikat dari proyek pengadaan e-KTP.

Novanto mengetahui itu karena mendapatkan laporan penyerahan uangnya dari Andi Agustinus alias Andi Narogong. Menurut Novanto, uang untuk Mekeng, Tamsil, dan Olly diserahkan oleh keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi.

“Untuk kepentingan pimpinan Banggar sudah sampaikan juga ke Melchias Mekeng US$500 ribu, Tamsil Linrung US$500, Olly Dondokambey US$500, melalui Irvanto,” kata Setya Novanto memberikan keterangan sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, (22/3/2018)

Novanto menambahkan, selain para pimpinan Banggar DPR, Andi pun menyampaikan telah menyerahkan kepada pimpinan Komisi II DPR ketika proyek e-KTP masih dalam pembahasan. Mereka yang diberikan yakni Chairuman Harahap dan Ganjar Pranowo.

“Untuk Komisi II Pak Chairuman sejumlah US$500 ribu dan untuk Ganjar sudah dipotong oleh Chairuman,” kata Novanto.

Novanto sempat ragu dengan laporan Andi. Tapi akhirnya dia langsung mengonfirmasi kepada Chairuman ketika itu.

“Saya terus terang saja Andi sampaikan waktu itu agak ragu. Tapi suatu hari saya ketemu Chairuman. ‘Betul enggak penerimaan dari Andi?’ ‘Ya sudah diselesaikan US$200 ribu’. ‘Terus Ganjar?’ ‘Ada untuk Ganjar Pranowo’. Ini yang disampaikan ke saya,” kata Novanto.

Dalam dakwaan jaksa KPK terhadap mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto, nama-nama yang disebut Novanto muncul sebagai pihak yang diuntungkan dalam proyek e-KTP.

Mekeng disebut menerima 1,4 juta dolar AS, Olly 1,2 juta dolar AS, Tamsil 700 ribu dolar AS, Chairuman 584 ribu dolar AS dan Rp26 miliar, serta Ganjar sejumlah 520 ribu dolar AS.

Ditempat terpisah, elite PDI Perjuangan ikut merespons ‘nyanyian’ Setya Novanto yang menyebut nama Puan Maharani dan Pramono Anung menerima uang e-KTP. Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menilai, proses penyebutan dua nama itu hanya dijadikan panggung oleh KPK.

“Artinya, KPK ini kan selalu melihat proses dijadikan panggung kan. Panggung yang mempunyai wilayah hukum dan kemudian mempunyai dampak implikasi politiknya,” kata Andreas saat dihubungi, Kamis, (22/3/2018).

Sementara Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, mengklarifikasi terkait tudingan terdakwa kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto, yang menyebut dirinya menerima US$500 ribu. Ia menegaskan tidak pernah sama sekali ikut membicarakan proyek e-KTP.

Pada periode DPR 2009-2014 Pramono adalah Wakil Ketua DPR. Namun, ia menekankan, tugasnya sebagai wakil ketua adalah membawahi Komisi IV sampai dengan Komisi VII. Sehingga, dalam posisi itu ia tidak terkait dengan Komisi II, di mana pembahasan e-KTP dilakukan

“Kalau ada orang yang memberi, itu logikanya berkaitan dengan kewenangan jabatan kedudukan. Nah, dalam hal ini saya itu enggak pernah ngomong satu kata pun yang berkaitan berurusan dengan e-KTP. Termasuk semua pejabat yang diperiksa dan di persidangan yang ada kemarin, tidak ada satu pun yang pernah berbicara e-KTP dengan saya,” jelas Pramono, di Istana Negara, Jakarta, Kamis, (22/3/2018)

Mendengar pernyataan Novanto, Pramono juga mempertanyakan tuduhan itu. Karena bagi dia, selama ini mantan Ketua Umum Partai Golkar itu memberi pernyataan yang tidak jelas. Sementara berkaitan dengannya, selalu mengaku tidak ingat. (*/Li-2)