Permalink ke Polres Tanggamus Proses Oknum Kepala Kakon Tembak Warganya

Polres Tanggamus Proses Oknum Kepala Kakon Tembak Warganya

32 views

LINGKARINDONESIA.id – Polres Tanggamus memastikan kasus dugaan penembakan yang dilakukan oknum kepala pekon Sukadamai Kecamatan Gunung Alip, ZK (50) terhadap warganya Evin Novendra (39) berlanjut.

Kasat Reskrim Polres Tanggamus, AKP Edi Qorinas, SH mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan sudah ada tiga saksi yang dimintai keterangan.

“Kami pastikan, kasus ini terus ditangani. Tapi kita juga harus hormati dan hargai upaya dari Kapolsek Talangpadang dan jajarannya dalam menangani kasus ini. Sekarang sudah sekitar tiga orang saksi yang sudah dimintai keterangan terkait peristiwa itu. Masih dalam tahap penyelidikan,” ujarnya kepada awak media, Kamis (6/12/2018) sore.

Oleh karena itu, pihaknya meminta semua pihak bersabar karena saat ini, pihak Polsek Talangpadang terus menangani perkara itu dan ada tahapannya.

“Sekarang ditangani Polsek Talangpadang dan dalam tahap penyelidikan. Setelah gelar perkara, hasilnya baru menjadi dasar untuk meningkatkan status ke penyidikan,” tandas mantan Kapolsek Wonosobo itu.

Sementara itu, terkait barang bukti, berupa senjata yang digunakan oleh oknum Kakon Suka Damai sudah diamankan. Namun Edi belum mengetahui secara pasti jenis senjata tersebut.

“Belum jelas (jenis) senjatanya. Tapi sepertinya Soft Gun. Sudah diamankan di Polsek,” ujar Edi Qorinas.

Terkait regulasi kepemilikan senjata Soft Gun, Kasat Reskrim menegaskan, pemiliknya bisa diganjar dengan aturan baru yaitu peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pengawasan dan Pengendalian Replika Senjata Jenis Airsoft Gun dan Paintball.

“Regulasi tentang (airsoft gun) diatur dalam aturan baru, Perkap No. 5 Tahun 2018. Bukan lagi diatur UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata api dan senjata tajam,” jelas Edi Qorinas. 

Dalam Perkap No. 5 Tahun 2018 itu, kasat reskrim menegaskan, meskipun hanya berjenis airsoft gun, namun izin kepemilikannya harus tetap diterbitkan oleh Kepolisian Republik Indonesia. Bukan hanya izin dari organisasi yang menaungi komunitas atau penghobi menembak dan berburu.

“Selama ini, pemilik airsoft gun cukup memegang izin dari organisasinya. Misalkan dari Perbakin. Tetapi dengan terbitnya Perkap No. 5 Tahun 2018 ini, izin dari Perbaikin atau organisasi tembak lainnya, sudah tidak berlaku lagi. Sebab pemilik airsoft gun harus memiliki izin langsung dari Polri. Jadi ZK bisa terjerat dengan perkap yang baru ini,” tandas Edi Qorinas.(Odo)