Permalink ke PGN Siap Bantu Pasok Listrik di Lampung

PGN Siap Bantu Pasok Listrik di Lampung

47 views

LINGKARINDONESIA.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyatakan siap membantu PLN menyatakan siap mendukung PLN dalam penyediaan tenaga listrik untuk wilayah Lampung.

Bahkan, pada Kamis (29/8) lalu, PGN telah mengalirkan Gas Bumi ke Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sutami yang dikelola oleh PLN sesuai dengan perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani kedua belah pihak.

Sales Area Head PGN wilayah Lampung Wendi Purwanto mengatakan, sejak Kamis petang, Tim PGN Area Lampung sudah memulai persiapan pengaliran gas bumi tersebut. Tim menargetkan pembangkit listrik milik PLN bisa beroperasi mulai Jumat dini hari.

“Sesuai kesepakatan perjanjian yang dibuat, PGN akan menyediakan dan mengalirkan gas bumi untuk dialirkan menuju ke pembangkit PLTMG Sutami milik PLN,” jelasnya dalam rilis, Minggu (2/9).

Wendi menambahkan, seperti diketahui, akhir-akhir ini PLN mengalami defisit dalam penyaluran listrik untuk Lampung. Dengan penandatangan kerja sama pengaliran gas bumi ke pembangkit milik PLN ini, PGN berharap dapat membantu PLN dalam meningkatkan penyediaan listrik bagi masyarakat Lampung serta meningkatkan keandalan pasokan energi bahan bakar pembangkit di PLTMG Sutami.

Bahan bakar gas bumi dari PGN ini nantinya akan menyuplai pembangkit di PLTMG Sutami dengan kapasitas 30MW.

Tidak hanya memasok PLTMG Sutami, dalam waktu dekat kerja sama antara PLN dan PGN akan ditingkatkan, dimana PGN menyediakan bahan bakar gas bumi untuk PLTMG New Tarahan yang memiliki kapasitas pembangkit 24 MW.

Hingga saat ini, pembangkit eksisting milik PLN yang telah menggunakan bahan bakar gas bumi PGN adalah PLTMG Tarahan sebesar 100 MW sehingga total pembangkit yang telah menggunakan bahan bakar gas bumi PGN sebesar 154 MW.

Wendi menambahkan, PGN siap memenuhi peningkatan kebutuhan pasokan gas untuk pembangkit listrik di tengah meningkatnya harga batu bara.

Pihaknya juga meyakini bahwa gas bumi PGN akan siap bersaing dengan sumber bahan bakar lain yang masih banyak menimbulkan efek terhadap lingkungan, seiring dengan meningkatnya kesadaran pelaku usaha industri untuk menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. (*/Li-2)