Permalink ke Pemkab Tulangbawang Dinilai Cuek Ada Tempat Usaha tak Berizin

Pemkab Tulangbawang Dinilai Cuek Ada Tempat Usaha tak Berizin

64 views

LINGKARINDONESIA.id – Pemkab Tulangbawang dinilai cuek dengan maraknya usaha tak berizin di daerah setempat. Bahkan, Pemkab Tulangbawang tidak berani menutup tempat usaha ilegal yang meresahkan masyarakat.

Hal itu dikatakan oleh tokoh masyarakat Banjaragung Ansori (44) yang menilai tidak tegasnya Pemkab Tulangbawang dalam menertibkan tempat usaha yang tidak mengantongi izin.

Pihaknya mencontohkan ada beberapa tempat usaha yang menuai protes dari masyarakat dan tidak mengantongi izin namun tedak mendapatkan respon yang baik, sehingga tempat-tempat usaha itu masih terus beroperasi.

Diantaranya, lapak singkong Karya Maju di Kampung Banjardewa, gudang pupuk dan gudang rokok di Kampung Tunggalwarga yang juga tidak memiliki izin namun terus dibiarkan beroperasi.

“Seperti halnya dengan usaha lapak singkong Karya Maju yang yang telah dilaporkan oleh masyarakat dan aparatur kampung Banjardewa Kecamatan Banjaragung,” ketus Ansori kepada wartawan, Selasa (4/12/2018).

Meski izin lapak singkong Karya Maju iu telah dicabut oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), namun lapak itu hingga kini masih dibiarkan beroperasi.

“Padahal tokoh masyarakat dan aparatur Kampung Banjardewa sudah melayangkan surat agar aktifitas lapak dihentikan sampai lapak itu selesai membuat izin,” katanya.

Pasalnya, menurut Ansori, terdapat pengalihan dan perpanjangan izin usaha lapak singkong Karya Maju dengan nomor tanda daftar perusahaan (TDP) 070856620 beralih kepemilikan tanpa proses pengalihan.

Diketahui, pemilik usaha tersebut yakni Mulyono yang telah berahir pada tanggal 28 juli 2018. Namun perpanjangan izin dilakukan tanpa sepengetahuan oleh pemilik.

“Peralihan pemegang perusahaan itu cacat hukum, karena pada awal perjanjian Mulyono dengan pihak pembeli tempat usaha tidak diperbolehkan menggunakan nama usaha Karya Maju,” bebernya.

Ia menduga dalam proses perpanjangan izin lapak Karya Maju itu ada pemalsuan dokumen dan juga terindikasi terdapat konspirasi pemilik usaha lapak yang baru dengan DPM-PTSP.

“Meski begitu, perpanjangan izin lapak tersebut telah dicabut oleh DPM-PTSP. Namun, lapak tersebut hingga izin dicabut pada 4 November hingga saat ini masih terus beroperasi. Pemkab seakan tidak punya nyali untuk menutup usaha bermasalah ini,” ujarnya. 

Dikonfirmasi Kepala Kampung Banjardewa melalui Sekretaris Kampung Barokah mengatakan, akan menyurati dinas penanaman modal untuk menutup sementara lapak singkong Karya Maju di Kampungnya.

“Kami aparatur kampung tetap ambil sikap dan langsung menyurati DPM-PTSP segera menertibkan lapak singkong Karya Maju yang perpanjangan izinya diduga tidak sesuai prosedur,” katanya.

Kepala DPM-PTSP Lusiana membenarkan terkait pencabutan izin lapak singkong Karya Maju dengan nomor surat 530/420/V.16/XI/TB/2018.

“Sudah kami cabut dan kami akan melayangkan surat kepada perusahaan tersebut agar ditutup, serta meminta satpol PP Untuk segera menindak lanjuti penertiban lapak singkong tersebut,” katanya melalui pesan WhatsApp.

Dari pantauan di lapangan, lapak singkong Karya Maju itu masih tetap beroperasi hampir satu bulan berjalan meski izinya telah dicabut oleh DPM-PTSP. (tri)