Permalink ke Pemerintah akan Fasilitasi Kepala Desa Studi Banding ke Luar Negeri

Pemerintah akan Fasilitasi Kepala Desa Studi Banding ke Luar Negeri

49 views

LINGKARINDONESIA.id – Pemerintah pada tahun 2019 akan memfasilitasi kepala desa, perangkat dan pendamping desa studi banding serta belajar ke luar negeri.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan dengan studi banding, maka kepala desa akan mendapatkan wawasan luas untuk membangun desanya. 

Oleh karena itu, lanjutnya, tahun depan pemerintah akan sangat fokus untuk program peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program ini juga berefek terhadap kepala desa, perangkat dan pendamping desa.

“Kita melihat itu bisa membuka visi. Studi banding ini agar mereka bisa belajar ke luar negeri di negara yang lebih maju agar membuka cakrawala dan wawasan,” tutur Eko usai membuka Simposium Desa Menjemput Asa dan Deklarasi Program Literasi Desa, Deklarasi Program Desa Bebas Narkoba, Peluncuran Majalah Wanua, di Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Dia menjelaskan, saat ini masih dibahas tentang berapa anggaran dan kuota SDM desa yang akan dikirim ke luar negeri.

Namun pastinya, kata dia, anggarannya tidak akan memakai dana desa, melainkan ada alokasi anggaran khusus lain.

Kemendes dikatakannya juga akan bekerja sama dengan beberapa badan dunia agar jumlah yang dikirim semakin banyak.

Untuk negara tujuan studi banding, jelasnya, dia mencontohkan Thailand, Vietnam dan Malaysia. Para SDM di desa tersebut nanti bisa belajar bagaimana pengelolaan pertanian dan juga pelaksanaan badan usaha di desa yang berhasil di negara lain. 

Dia mencontohkan lembaga the Federal Land Development Authority (Felda) di Malaysia yang mampu mengurangi kemiskinan dari 50% menjadi 1% dalam 30 tahun. “Kami akan kirim juga pegiat desa untuk belajar disana,” tuturnya. 

Eko mengungkapkan, program dana desa yang digagas pemerintahan Jokowi telah tersebar kesuksesannya ke seluruh dunia.

Tercatat, tambahnya, sebanyak 23 negara telah dikirim ke Indonesia untuk belajar mengelola dana desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Indonesia. Bahkan International Fund Agricultural Development (IFAD) dan juga Bank Dunia telah merujuk Indonesia untuk dijadikan contoh pembangunan desa di dunia. (*/Li-2)