Permalink ke Menkumham Minta Anak yang jadi Tersangka jangan Dihukum

Menkumham Minta Anak yang jadi Tersangka jangan Dihukum

226 views

LINGKARINDONESIA.id Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna Laoly meminta pelaku pidana anak untuk mendapatkan program diversi sebelum dikirimkan pada pengadilan.

Menurut Yasona, program diversi itu bertujuan memberikan pemahaman anak tentang sudut pandang sebuah perbuatan jahat.

“Kami nantinya akan melakukan koordinasi antara Kementerian Hukum dan HAM, pengadilan atau kejaksaan dan kepolisian terkait dengan program diversi anak ini. Janganlah, kalau dengan kejahatan mereka lalu begitu saja dimasukan kedalam lapas,” katanya di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tangerang, Selasa, (17/4/2018).

Ia mencontohkan kejahatan anak yang masih dalam bentuk program diversi yakni, dengan sekedar apalagi pertama kali mencuri ponsel.

Menurutnya, kejahatan yang dilakukan anak merupakan dampak akan lingkungan dan sosial. Bukan, tertanam dalam diri sang anak yang masih belum mengetahui baik atau buruknya.

“Anak-anak ini harus dibina oleh kita bukan begitu saja segera masuk ke Lapas. Nanti metodenya itu dengan, bila ketahuan anak melakukan salah, kepolisian segera koordinasi dengan orang tua yang kemudian diberikan program diversi tersebut,” ungkapnya.

Ia berpendapat hal itu dapat menurunkan tingkat kejahatan pada anak dengan program diversi yang terus ditekankan.

Sungkeman

Sebanyak 3.726 anak pidana yang tersebar di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) seluruh Indonesia melakukan ritual mencuci kaki orangtua masing-masing secara serentak.

Kegiatan yang berpusat di LPKA Klas 1A Tangerang ini bertema ‘Tetap Ceria Meraih Asa’ ini juga memecahkan rekor MURI ritual membasuh kaki orangtua secara serentak.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mardjoeki menjelaskan, Family and Society Gathering merupakan rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-54 pada 27 April 2018 dengan tajuk Kami PASTI.

Sementara di Lampung, sebanyak 30 anak penghuni LPKA kelas II Bandar Lampung juga melakukan ritual membasuh kaki ibu.

Kepala LPKA Kelas II Bandar Lampung Sugandi mengatakan, selain kegiatan membasuh kaki orang tua. Ada rangkaian kegiatan lain seperti Khatam Alquran, melukis bersama dan memberi motivasi kepada anak-anak yang menjalani pidana.

“Ada 225 anak yang menjalani masa pidana, dan tidak semua kegiatan ini diikuti oleh anak-anak. Ada 30 anak yang ikut mencuci kaki bunda, dan khatam Alquran 21 anak,” ujarnya.(*/Li-1)