Permalink ke Masyarakat Jangan Termakan Isu Kampanye Hitam di Medsos

Masyarakat Jangan Termakan Isu Kampanye Hitam di Medsos

17 views

LINGKARINDONESIA.id – Founder Lembaga Survei KedaiKopi Hendri Satrio meminta masyarakat jangan termakan isu kampanye hitam melalui media sosial terlebih di tahun politikĀ 

Menurut Hendri, media sosial (medsos) kerap digunakan kelompok tertentu untuk membuat kegaduhan.

Hendri mengatakan jika termakan isu, maka dampaknya akan negarif karena akan menimbulkan keresahan dalam masyarakat sehingga dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Medsos sangat sensitif, terutama saat kebebasan berpendapat itu dilontarkan seperti propaganda, hoaks, ujaran kebencian, bahkan kampanye hitam. Saat ini terjadi di Indonesia,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (31/10/2018).

Hendri menilai, medsos seharusnya bisa digunakan hal-hal positif yang bisa merekatkan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Untuk itulah, ia mengajak semua pihak untuk cek ricek, berpikir cerdas, dan bertanggungjawab dalam mengelola akun medsos masing-masing.

“Ini harus sama-sama kita jaga. Jangan sampai medsos ini menjadi alat meretakkan hubungan baik kita. Jangan sampai medsos kemudian menyebabkan Indonesia pecah. Bila menemukan akun yang memunculkan ujaran kebencian, hoaks, kampanye hitam, tinggalkan saja,” ajak Hendri.

Menurutnya, narasi kebencian yang tersebar di medsos tidak hanya berimbas pada si pembuat, tapi secara luas di masyarakat. Ia menilai medsos di Indonesia berkembang pesat karena adanya kebutuhan eksistensi individu pemilik akun tersebut.

“Tapi eksistensi ini harus digunakan dalam langkah-langkah positif, jangan sampai eksistensi dimunculkan melalui pemberitaan negatif, apalagi ujaran kebencian,” kata Pengamat Politik dan Pakar Komunikasi dari Universitas Paramadina ini.

Ia mengingatkan agar masyarakat lebih mawas diri. Jangan sampai medsos ini dimanfaatkan pihak tertentu untuk meretakkan hubungan. “Jangan sampai medsos kemudian menyebabkan Indonesia pecah. Akun memunculkan hoaks tidak perlu dibaca, apalagi di-share,” tegasnya.

Ia menegaskan, semua warga Indonesia memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga Indonesia. Siapapun itu, baik yang memiliki akun medsos, atau yang tidak. Baik yang hanya membaca medsos, atau yang menuliskan konten di medsos.

“Tanggung jawab kita menjaga keutuhan RI, jangan sampai dengan medsos yang memberikan kita kesempatan untuk eksis kemudian disalahgunakan sehingga menyebabkan negara ini bisa tercerai berai,” imbuhnya.

Begitu juga menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres), Hendri menilai, semua orang berhak memiliki pilihan yang berbeda. Tapi pilihan yang berbeda itu sebatas dalam ranah politik.

“Yang harus kita jaga keberlangsungan Indonesia, karena seberapa pun berbeda kita tetap orang Indonesia. Kita ini beraneka ragam, kita ini Bhinneka, tapi esensinya tetap Tunggal Ika. Ingat itu, jadi kalau ada ujaran kebencian, hoaks yang bertujuan memecah belah, ingat esensi dari Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika,” pungkasnya. (mdk/Li-2)