Permalink ke Kuota Haji Indonesia 2019 Tetap 221.000 Jemaah

Kuota Haji Indonesia 2019 Tetap 221.000 Jemaah

25 views

LINGKARINDONESIA.id – Kuota haji untuk Indonesia tidak mengalami perubahan yakni sebanyak  221.000 jemaah.

Kepastian ini diperoleh setelah Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi Muhammad Salih bin Taher Benten di Mekkah, Arab Saudi, Selasa (11/12). 

Pertemuan kedua menteri ini juga dalam rangka menandatangani memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman penyelenggaraan ibadah haji 1440 H/2019 M.

Menag mengatakan, Indonesia menjadi negara pengirim jamaah haji di kawasan Asia yang pertama kali diundang Kerajaan Arab Saudi untuk menandatangani MoU ini. 

“Dalam MoU tersebut, disepakati bahwa kuota jemaah haji Indonesia 1440 H/2019 M sebanyak 221.000 atau sama dengan 2018 dan 2017. Karena proses renovasi Masjidil Haram, kuota haji Indonesia pernah dipotong 20 persen sehingga hanya 168.800 sejak tahun 2013 – 2016,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis, (13/12/2018).

Ia menambahkan, usulan yang disampaikan saat bertemu Menteri Haji Saudi adalah terkait peningkatan layanan terhadap jemaah haji Indonesia. 

“Kami usulkan, kebijakan fast track (jalur cepat) yang tahun 2018 telah diterapkan sebagai uji coba pada 70.000 jemaah yang berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada musim haji 1440 H/2019 M juga bisa diterapkan di seluruh 13 embarkasi Indonesia,” kata Lukman. 

Lukman menuturkan, kebijakan ini akan memudahkan jemaah haji, karena mereka tidak perlu mengantre lama untuk proses imigrasi di bandara Jeddah maupun Madinah. 

“Sebab seluruh proses imigrasi itu sudah dilakukan di asrama haji di Tanah Air jelang keberangkatan” ucap dia. 

Kemudian, kata dia, inovasi lain yang didiskusikan terkait penerbitan visa haji dan umrah yang  dikaitkan dengan perekaman biometrik sebagai syarat penerbitan visa. Agar tidak membebani calon jemaah haji, Indonesia meminta agar Pemerintah Saudi Arabia tidak menerapkan kebijakan tersebut. 

“Kami sudah menjelaskan kepada Menteri Haji Kerajaan Saudi Arabia bahwa kebijakan tersebut akan memberatkan calon jemaah mengingat kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau. Menteri Haji sedang mengkaji usulan tersebut dan akan membahasnya secara lebih detail di level teknis,” ucap dia.(*/Li-1)