Permalink ke Kejati Tahan Empat Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Islamic Center Lampung Timur

Kejati Tahan Empat Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Islamic Center Lampung Timur

34 views

LINGKARINDONESIA.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung menahan empat tersangka dugaan kasus korupsi pada pembangunan Islamic Center Lampung Timur.

Empat tersangka tersebut masing-masing berinisial MR selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) sekaligus kuasa pengguna anggaran (KPA) Dinas Pekerjaan Umum Lamtim, BP dan SH selaku rekanan atau pelaksana proyek serta DE, kuasa direktur PT Parosai.

Keempatnya dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Way Huwi setelah menerima berkas pelimpahan dari Polda Lampung.

“Hari ini dilakukan serah terima empat tersangka dan barang bukti dari Ditreskrimsus (Direktorat Kriminal Khusus) Polda Lampung kepada penuntut umum Kejati Lampung,” kata Pelaksana Harian Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Lampung Ardiansyah saat ditemui di kantornya, Senin (3/12/2018).

Ardiansyah yang juga menjabat kasi Telekomunikasi, Informasi, dan Produk Intelejen Kejati Lampung ini melanjutkan setelah menerima pelimpahan pihaknya kemudian mengirim keempat tersangka ke Rutan Way Huwi untuk ditahan. Penahanan tersebut, menurut Ardi, dilakukan demi memperlancar proses persidangan.

“Di Polda Lampung, penyidik tidak melakukan penahanan. Namun, oleh penuntut umum gabungan Kejati Lampung dan Kejari (Kejaksaan Negeri) Lamtim, dilakukan penahanan dengan pertimbangan khawatir mereka melarikan diri dan menghilangkan barang bukti,” tegasnya.

Ardi menjelaskan, keempat tersangka diduga terlibat persengkongkolan dengan tidak menyelesaikan pembangunan Islamic Center Lamtim hingga waktu kontrak berakhir.

“Pembayaran telah dilaksanakan 100 persen, tapi pekerjaannya belum selesai 100 persen. Ada beberapa item pekerjaan yang tidak diselesaikan. Ada juga pekerjaan yang (hasilnya) tidak sesuai mutu dan spesifikasi berdasarkan rencana anggaran biaya, yang termuat dalam perjanjian atau kontrak kerja,” bebernya.

Terkait tidak ditahannya empat tersangka oleh penyidik di polda, Direktur Reskrimsus Polda Lampung Komisaris Besar Aswin Sipayung saat itu menyatakan, para tersangka bersikap kooperatif.

Adapun pasal yang dikenakan kepada empat tersangka, jelas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Lampung Komisaris Besar Sulistyaningsih, yakni pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumannya berupa pidana penjara maksimal seumur hidup dan paling rendah empat tahun serta denda paling tinggi Rp 1 miliar dan paling rendah Rp 200 juta.

Kejati Lampung memastikan para tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Islamic Center Lamtim ini sudah mengembalikan kerugian negara secara keseluruhan.

“Kerugian negara telah dikembalikan secara seluruhnya. Pengembalian tersebut dibayar secara bertahap,” ujar Plh Kasi Penkum Kejati Lampung Ardiansyah.

Kerugian negara dari kasus ini, beber Ardi, mencapai Rp 1.265.419.986 (Rp 1,26 miliar) dari total nilai proyek sebesar Rp 5.546.411.000 (Rp 5,54 miliar).

“Hasil penghitungan kerugian negara oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) sebesar Rp 1.265.419.986,” katanya.(*/Li-1)