Permalink ke Jokowi Berharap ICMI Pecahkan Masalah Berat Bangsa Indonesia

Jokowi Berharap ICMI Pecahkan Masalah Berat Bangsa Indonesia

19 views

LINGKARINDONESIA.id – Presiden Joko Widodo berharap Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) memberikan kontribusi positif dalam memecahkan masalah berat yang dihadapi bangsa Indonesia belakangan ini.

Hal itu diungkapnya saat memberikan sambutan dalam silaturahmi kerja nasional (Silaknas) di Universitas Bandar Lampung, Kamis (6/12/2018).

“ICMI adalah ormas bukan sembarang ormas. ICMI kumpulan kalangan cedikiawan yang memegang teguh Islam yang menguasai pengetahuan dan teknologi, artinya ICMI berkumpulnya orang-orang hebat. Untuk itu, saya mengajak untuk memecahkan masalah yang berat, masalah berat kalau dipecahkan oleh orang hebat akan terpecahkan,” ungkapnya saat memberi sambutan.

Jokowi yakin, peran ICMI dalam membawa bangsa Indonesia yang lebih baik tidak diragukan lagi.

“Saya yakin peran ICMI, bisa membawa negara Indonesia ini lebih maju, dengan hijrah ke arah yang lebih baik, berkarakter, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta iman dan taqwa,” katanya.

Menurutnya permasalahan saat ini yang sudah menahun adalah masalah ekonomi, dan Indonesia masih belum menjadi negara yang mampu berdiri sendiri dengan kekayaan alam yang berlimpah ruah.

Oleh karena itu, kata Jokowi dengan silaknas dan milad ICMI ini dapat membuahkan terobosan-terobosan.

“Kita perlu terobosan besar, karena sumberdaya alam (SDA) kita berlimpah ruah, kemudian perlu penguatan SDM,” ungkapnya.

Jokowi mencontohkan, berlimpahnya sumberdaya alam (SDA) itu salah satunya batubara dan boksit. Dimana dalam setiap tahunnya Indonesia sudah jutaan boksit mentah diekspor.

“Kita lihat SDA seperti batubara, boksit. Contoh boksit setiap tahun jutaan boksit mentah kita ekspor. Disisi lain kita impor alumina hasil dari boksit,” ucapnya.

Hal sama juga terjadi pada minyak mentah. Oleh karenanya negara membangun repairing sehingga negara mampu memurnikan minyak mentah sendiri.

“Maka kita tahun ini bangun repairing agar kita bisa murnikan minyak mentah kita. Kita masih mengimpor bahan baku sintetis, dan lainnya. Batubara kita saat ini ekspor 480 juta ton per tahun. “80 ton di pakai untuk PLN, dan yang di ekspor 400 juta ton dikirim keluar negeri,” ungkapnya.

Padahal jika hilirisasi itu semua, maka negara bisa mengekspor bukan malah sebaliknya.

“Jika hilirasasi itu semua. Maka kita bisa mengekspor. Karena kita punya bahan mentahnya,” kata dia.

Juga masalah kelapa sawit, kata Mantan gubernur DKI Jakarta ini, Indonesia terbesar di dunia, yakni 42 juta produksi kita saat ini per tahun. Namun, dijual ke luar negeri dalam bentuk mentah.

“Semoga Allah SWT melindungi kita semua, dan semoga bisa mewujudkan apa yang direncanakan. Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim saya membuka silaknas dan milad ke 28 ICMI,” kata Jokowi.(*/Li-1)