Permalink ke Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Ajak Anak Muda jadi Benteng Peradaban

Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Ajak Anak Muda jadi Benteng Peradaban

166 views

LINGKARINDONESIA.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) mengajak generasi muda untuk terus memperkaya diri dengan amalan-amalan Alquran.

Menurut Tuan Guru Bajang (TGB) dari seluruh bentangan sejarah maju mundurnya sebuah peradaban ditentukan oleh pemuda.

“Siapakah yang menjaga dan mengawal membentengi sekaligus menjadi garis depan tidak lain adalah pemuda,” ujar TGB di hadapan ratusan mahasiswa dalam kegiatan Tabligh Akbar di Masjid Baitul ‘Ilmi, kampus Darmajaya, Bandar Lampung, Kamis, (22/3/2018).

TGB mengatakan apabila meletakkan anak-anak muda di panggung sejarah, maka sejarah yang sudah tertulis di abad atau ditarik jauh lagi di dalam kitab suci, maka setiap episode sejarah anak muda menempati posisi sentral dan selalu di pusat peradaban sejarah.

“Di dalam Alquran pun di beberapa surat digambarkan tentang peran pemuda seperti kisah Nabi Ibrahim dalam perjalanannya menegakkan ketauhidan,” tuturnya.

Oleh karenanya apabila anak-anak muda khusunya mahasiswa di kampus sini mengerti ilmu dan memiliki akhlak yang baik maka menjadikan ciri bahwa bangsa ini merupakan bangsa maju.

“Maka kita tekankan bahwa kekuatan dan kelemahan suatu bangsa sering diukur dari kekuatan pemudanya,” ucapnya.

Untuk itu, TGB yang dikenal sebagai seorang hafiz, mengajak para orang tua mendidik anak-anak sebagai generasi yang mencintai dan menghafal Alquran.

Kata TGB, para orang tua juga perlu membangun kesadaran terkait investasi yang biasanya dilakukan pada hal-hal yang berupa fisik, seperti memiliki sawah berhektare-hektare, melainkan juga menjadikan anak-anak sebagai generasi penghafal dan pecinta Alquran.

Menurut TGB, orang tua yang memiliki anak penghafal Alquran termasuk orang tua yang beruntung.

“Kalau investasi sawah, kebun ketika meninggal apakah 10 ribu hektare sawah kita bawa? Kalau kita ingin menjadi orang tua yang beruntung maka investasikan waktu kita menciptakan anak-anak yang cinta pada Alquran,” katanya. (*/Li-1)