Permalink ke Bawaslu Polisikan Ketua Gerindra Gunungkidul Gegara Ucapan “Pret”

Bawaslu Polisikan Ketua Gerindra Gunungkidul Gegara Ucapan “Pret”

23 views

LINGKARINDONESIA.id – Bawaslu Kabupaten Sleman melaporkan Ketua DPC Gerindra Gunungkidul, Ngadiyono ke Polda DIY.

Pelaporan ini dilakukan karena Ngadiyono dianggap melakukan penghinaan kepada petugas Bawaslu Sleman yang sedang menjalankan tugasnya.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu DIY, Sri Rahayu Werdiningsih mengatakan, jika pihaknya bersama dengan Bawaslu dari kota dan kabupaten lain di DIY melakukan pendampingan kepada Bawaslu Sleman untuk melaporkan dugaan penghinaan kepada petugas yang tengah bekerja.

Sri Rahayu menyampaikan, penghinaan terjadi saat petugas Bawaslu Sleman tengah menjalankan tugasnya melakukan pengawasan terhadap capres nomor urut 02, Prabowo Subianto yang bertemu dengan warga Muhammadiyah di Sleman pada Rabu (28/11) yang lalu.

“Saat itu yang bersangkutan datang di lokasi (pertemuan Prabowo dengan warga Muhammadiyah di Sleman). Mengetahui ada petugas Bawaslu Sleman dan Panwaslu Kecamatan di sana, yang bersangkutan menegur ‘Bawaslu ya’ gitu, kemudian melontarkan kata-kata ‘pret’ sambil apa ya, kalau bahasa Jawa mledhing, menghina dengan pantatnya,” ujar Sri Rahayu di Polda DIY, Senin (3/12).

Sri Rahayu mengaku, pihaknya tak tahu apa latar belakang hingga terlapor menghina anggota Bawaslu Kabupaten Sleman. Tetapi Sri Rahayu menjelaskan, aksi yang dilakukan terlapor itu dinilai sebagai sebuah penghinaan kepada petugas Bawaslu Kabupaten Sleman.

“Kita laporkan yang bersangkutan karena diduga melanggar Pasal 207 KUHP. Penghinaan terhadap lembaga negara. Ini bagi kami suatu penghinaan. Entah apa motifnya,” urai Sri Rahayu.

Sri Rahayu menambahkan, sejumlah alat bukti pendukung telah diserahkan ke Polda DIY saat melakukan laporan. Alat bukti yang diserahkan di antaranya adalah file video peristiwa yang berisi penghinaan tersebut.

“Kami punya data dan sudah kami serahkan ke kepolisian. Karena saat bertugas, Bawaslu juga mendokumentasikan kegiatan di lapangan,” papar Sri Rahayu. (mdk/Li-1)