Permalink ke Bawaslu Lampung Terima 11 Laporan Politik Uang

Bawaslu Lampung Terima 11 Laporan Politik Uang

148 views

LINGKARINDONESIA.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Lampung mengaku telah menerima 11 laporan politik uang dan 1 laporan kampanye diluar jadwal pada masa tenang Pilgub Lampung 2018.

Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah mengatakan 12 kasus pelanggaran itu berdasarkan data yang diterima dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di 15 Kabupaten/Kota di Lampung.

“Untuk pidana di masa tenang yang diregistrasi di Kabupaten/Kota sampai dengan Kamis, (28/6) ada 11 kasus politik uang,” katanya melalui keterangan tertulisnya yang disampaikan melalui grup whatsapp, Kamis (28/6/2018).

Dijelaskan dia, 11 kasus politik uang itu tersebar di Kota Bandar Lampung 1 temuan, Pesawaran 1 laporan, Pringsewu 1 laporan, Tanggamus 4 laporan, Lampung Tengah 3 laporan, dan Lampung Timur 1 laporan. Kemudian 1 laporan kampanye di luar jadwal.

“Dengan total keseluruhan 11 kasus politik uang dn 1 kampanye diluar jadwal. Kasus tersebut sedang dalam proses,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengancam bakal mendiskualifikasi calon pasangan kepala daerah yang terbukti melakukan politik uang secara terstruktur, sistematis, dan masif dalam Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2018.

“Meskipun pasangan itu menang, dapat dibatalkan,” ujar Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu RI) Fritz Edward Siregar di Bogor, Jawa Barat, dilansir dari tempo.co, Rabu, (27/6/2018)

Hingga Rabu dini hari, kata Fritz, Bawaslu telah menerima 10 laporan dugaan pelanggaran terkait politik uang.

“Sampai dengan tengah malam tadi kami mendapat 10 laporan terkait money politic,” ujar Fritz.

Jika tidak terbukti TSM, Fritz menyebutkan ancaman pidana akan dikenakan kepada individu atau kelompok yang membagikan uang secara langsung. Kecuali bisa dibuktikan memang ada perintah atau pemberian langsung dari calon pasangan.

“Menurut pengalaman kami, biasanya dilakukan oleh orang lain yang putus hubungan dengan pasangan calon,” kata Fritz.(*/Li-2)