Permalink ke Balai Karantina Lampung Sita Ribuan Burung

Balai Karantina Lampung Sita Ribuan Burung

47 views

LINGKARINDONESIA.id – Balai Karantina Pertanian Lampung berhasil menyita 3.175 ekor burung tanpa dokumen di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Selasa (11/12/2018) malam.

Ribuan ekor burung berbagai jenis tersebut akan diselundupkan dari Bandar Lampung dikirim ke Jakarta. Burung-burung itu dibawa  menggunakan dua mobil.

Kepala Balai Karantina Pertanian kelas I Lampung Muhammad Jumadh, menuturkan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (11/12), pukul 22.20 WIB.

“Ribuan burung ini rencananya dikirim ke Jakarta dari Bandar Lampung. Burung burung tersebut di antaranya jenis pleci, ciblek, kolibri ninja, jalak kebo, srindit, perkutut, prenjak, cucak keling, dan poksay medan,” katanya, dalam keterangannya, Rabu (12/12/2018).

Kemudian, Balai Karantina Lampung melakukan pengujian bebas penyakit flu burung terhadap ribuan satwa unggas liar itu.

Selanjutnya diserahterimakan kepada KSDA Lampung untuk dilepasliarkan di Taman Hutan Raya (Tahura) Pesawaran Lampung bersama BKSDA, pihak Tahura dan FLIGHT: Protecting Indonesia’s Birds. 

Jumadh mengatakan semua pihak harus mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati agar terpelihara keseimbangan alam dan generasi mendatang. Serta supaya masih dapat melihat dan menikmati kekayaan alam kita.

“(Supaya) Bukan hanya cerita,” sambungnya.

Eksekutif Direktur FLIGHT: Protecting Indonesia’s Birds Marison Guciano memuji keberhasilan Balai Karantina Pertanian Lampung yang berhasil menggagalkan penyelundupan burung ini.

“Meski modus penyelundupan semakin canggih, tetapi kemampuan petugas juga semakin baik. Ini terbukti dari serangkaian upaya penggagalan penyelundupan burung dalam jumlah besar baru baru ini oleh Balai Karantina Lampung,” kata Marison.

Menurutnya, kurang dari 20 hari, Balai Karantina Lampung telah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan lebih dari 4.000 burung tanpa dokumen dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakaheuni.

“Ini juga menunjukkan tekanan yang sangat kuat bagi burung-burung Sumatera untuk memenuhi permintaan pasokan burung liar di Jawa,” kata Marison.(*/Li-1)