Permalink ke Alumni SMSR Yogyakarta akan Gelar Pameran Lukisan di Taman Budaya Lampung

Alumni SMSR Yogyakarta akan Gelar Pameran Lukisan di Taman Budaya Lampung

39 views

LINGKARINDONESIA.id – Alumni Sekolah Seni Menengah Seni Rupa (SMSR) Yogyakarta direncanakan akan menggelar pameran lukisan yang bertajuk” Spirit Of Art” perupa berbicara di gedung pameran taman Budaya Lampung pada Sabtu (15/12/2018) mendatang.

Setidaknya sebanyak 32 Karya Lukis dan 1 Karya Instalasi antara lain karya Bunga Ilalang ( Kota Metro) , Nurbaito ( Tanggamus) dan karya koleksi Torro Gallery antara lain karya-karyanya Suhut, Budi Ubruk, Cubung WP, Tato Kastareja akan ditampilkan.

Masing-masing pelukis menunjukan kekuatan teknik dan identitas karya, dengan tematik yang berbeda-beda pesan yang disampaikannya.

Seperti Bunga Ilalang bercerita tentang feminisme budaya saat ini, dengan kekuatan garis-garisnya menimbulkan dekoratif dengan bentuk realisme.

Sementara karya-karya Nurbaito kuat dengan konsep tematiknya membuka ruang apresiasi untuk melihat perubahan di kota-kota besar dengan tidak merubah budaya masa lalu yang terus berusaha mencari keadilan dengan bekerja keras demi mempertahankan hidup dijaman now” survive.

Koleksi Torro Galleri menyuguhkan kertas koran jadi pilihan simbol karya-karyanya Budi Ubruk dengan identitas dan teknik yang sangat kuat. Cubung WP menyuguhkan garapan teknik impresionisme mewarnai ruang apresiasi. Suhut  meninggalkan karya dengan obyek pewayangan dan  karya suryalismenya.

Terjeratnya tikus berdasi tematik sindirian bagi kaum berdasi dengan menghalalkan segala cara demi kepentingan pribadi menjadi pilihan Tato Kastareja, simbol karung dengan ikatan tali tambang dengan rantai dan gembok.

Sementara karya instalasi “Perjuangan meraih nasi bungkus” ada gula di situ ada semut” pesan yang sangat kuat disampaikan oleh Toro” salah satu pemilik gallery di Bandar Lampung.

Proses perjalanan kreatif dengan suguhan karya lukis  dan karya instalasi karya alumni SMSR Yogyakarta ini pelukis berbicara melalui karya seninya dengan teknik dan tampilan yang berbeda-beda.

Presentasi karya yang sangat keren dimana apresiasi digiring memasuki ruang-ruang padat dengan pesan-pesan moral yang sangat kuat untuk didiskusikan dan dibicarakan dalam kancah forum seni rupa dengan tema “Perupa Berbicara” jangan hanya diam dan manut saja ungkap” Nurbaito salah satu pelukis Tanggamus.

Kita harus terus berbuat dan berbuat.Tujuan utama pameran bukan hanya sekedar jualan” tapi seorang pelukis harus bisa mengungkapkan kegelisahan yang terjadi disekitarnya mengexplorasi kejadian yang terjadi di negeri ini melalui media gambar mempresentasikan dalam bentuk karya seni tambahnya. (rls/Li-1)